Ilhensa's Blog

Just another WordPress.com weblog

Terang dalam Lentera yang mulai Redup…

Ada yang lain dari bahasa tubuhmu
Bagai hendak yang tak mencapai hasil
Seperti gairah yang datang tanpa birahi
Dan aku seperti mendekap gunung es…

Apa gerang yang menggayuti hatimu
bila resah seakan menggauli cemasmu
Aku rasakan hatimu tak ada
Aku lihat binar hidup pudar dari matamu…

Mana semangatmu yang dulu meletup-letup
yang hancurkan karang dengan sekali hempas
yang tebas hutan sedih dengan tawa lepasmu
yang pandai menggoda hati untuk selalu menari

Menjadi sakit bukanlah kehendakmu
Jangan simpan pedang tajammu dalam gudang rapuh
Jangan pendam semangatmu dalam peti es
Jangan biarkan bahagiamu menyerah
Jangan izinkan waktumu dimamah derita

Dulu kamu adalah gudang kekuatan
Lumbung ambisi yang tak pernah habis
Kotak inspirasi yang tak pernah kosong
Kamu seperti petasan kebahagiaan yang selalu meledak-ledak
Hidupmu adalah tawa sehari-harimu….kala itu…
Saat kamu masih tegap melompat dan berlari
Saat suara indahmu selalu isi ruang sepi
Saat lingkar lenganmu menggayut atau menarikku untuk berdansa
Saat wajahmu penuh dengan hidup dan harap
Hingga…khabar itu datang…
Dengan sangat cepat tanpa memberimu kesempatan
Merenggut semua yang telah menjadi bagian kesenanganmu
Kedua kakimu, suaramu, wajah ceriamu dan gerakanmu

Saat ini kamu hanya mampu menatap dengan kekosongan
Tiada harapan, ceria maupun cerita tertunda yg hendak kamu sampaikan seperti saat dulu
Air mata kini menjadi figura diwajahmu tanpa kesanggupan untuk menghapusnya
Kesedihan dan putus asa menjadi teman setiamu saat ini
Aku telah kehilangan musik kehidupanku
Aku telah kehilangan kejora yang menerangi malam-malamku
Aku telah kehilangan gairah untuk bercerita
Aku telah kehilangan segala-galanya

Kesedihan ini begitu dalam menikam
Merekatkan luka yang sulit untuk kusembuhkan
Melihatmu terbaring tanpa hidup dan kematian
Hanya diam membujur dalam kebekuan ekspresi
Hanya matamu yang menatap sendu sampaikan kerinduan
Ayoo Bunga…tunjukkan kekerasanmu…hadirkan semangatmu
Tunjukkan gerakanmu sedikit saja
Yakinkan kepada sahabatmu ini…bahwa…
Kamu masih ingin tuntaskan banyak kisah dan cerita tertunda
Kamu masih ingin arungi dunia dengan segala kebahagiaanya
Kamu masih ingin sampaikan kerinduan dengan banyak orang yg begitu mencintaimu
Kamu masih ingin mendekap malam, rebah diatas rumput, menatap bintang sambil menghitung rasi seperti yang dulu biasa kita lakukan bersama dalam menghabiskan malam.

Bilang kepada Tuhanmu mohonkan kesempatan agar Ia mau berikan
Sampaikan kepada-Nya…bahwa…
Kamu masih ingin hidup dan rasakan cinta yang belum terpuaskan…
Kamu masih ingin menebarkan wangi seperti Bunga dalam predikat namamu…

Untukmu Bunga…untukmu dan perjuanganmu dalam mempertahankan hidup
Aku akan selalu berada disisimu, menjaga dalam harap yang tiada pupus…
Tetaplah hidup bersamaku karena ada janji yang belum kutuntaskan untukmu
dan kamu tahu itu…

Cikini, October 27th, 2009
Inspirasi yang datang begitu saja…

Iklan

Oktober 27, 2009 Posted by | poems | , , , , | Tinggalkan komentar