Ilhensa's Blog

Just another WordPress.com weblog

Strawberry + Chocolate Melting

Ngobrol ngobrol lewat komen pada status
seorang sahabat, kembali mengingatkan aku
kepada seorang sahabat yang manis dan ayu
aku sangat mengaguminya…
Saat itu kita bertemu pada sebuah pujasera yang cukup
megah dan mewah yang hidup di dalam bangunan
yang para ibu ibu bilang sebuah mall mewah dan bergengsi.

Kita lama tidak bertemu dan tentunya banyak kisah dan cerita
yang kita tukar, di tengah suasana ruang yang begitu syahdu
dan untaian musik yang terdengar lirih dan asyik di telinga.
Kami memesan saja beberapa kudapan dan menikmatinya,
sebenarnya kita ada bertiga saat itu, namun yang seorang lagi
berlalu sebentar untuk mengunjungi undangan seorang teman
yang mengundangnya datang untuk menyampaikan salam.

Tinggallah kita berdua, sajian sudah habis lalu
kita memesan lagi menu baru yang kelihatanya nikmat
ya…Strawberry dengan chocolate melting dan beberapa potong
pisang ranum. Ahh…menggiurkan, untung sempat aku tenggak
liur yang nyaris mabur.
Seperti biasa, aku menjadi pendengar setianya yang seperti penyiar
handal menceritakan babak babak kehidupannya yang bagiku
nampak seperti sebuah sinetron yang terdiri dari beberapa session.
Aku sangat menikmatinya, sesekali dia nampak begitu sedih, namun
tiba tiba dia bisa tergelak tawa begitu hebat dengan indahnya,
ini yang aku suka dari sahabatku yang satu ini.
Sampai cerita itu habis dan sesaji menu yang baru saja sedikit kita nikmati
sampai terlupa saking seriusnya aku menelan satu persatu ceritanya
yang untukku kisah ini bisa aku jadikan inspirasi untukku menulis sebuah cerita.

Dan kita nikmati kudapan yang sudah kita pesan itu
dengan sumpit bambu yang berujung agak runcing, kita mulai
menusukkan strawberry merah dan agak besar itu lalu dicelupkan
ke dalam lumeran coklat yang hangat karena disaji dengan perapian dari lilin
dibawah wajanya. Ooooh…nikmat sekali, rasa asam mencekat dan sedikit manis
lalu dibaluti dengan lumeran coklat dengan rasa khasnya yang masih hangat.
Kita nikmati saja dengan khidmat menu istimewa ini dengan cerita cerita
yang sudah saling kita tukarkan…dan pertemuan ini selalu melahirkan rindu
yang baru lagi untuk kita tukarkan pada pertemuan yang selanjutnya.

Ceritanya…ceritaku, walau lebih banyak dia yang bercerita
seperti yang sudah aku ceritakan tadi, dia seperti pembaca naskah
yang tak pernah kehabisan kata, selalu ada yang baru dan selalu menarik.

Aku, sahabatku, strawberry, banana dan chocolate melting….aih nikmatnya

Iklan

Januari 31, 2010 Posted by | Kisah | 1 Komentar

PRITA MULYASARI

prita3Apa yang terjadi terhadap Ibu Prita Mulyasari adalah salah satu contoh dari sekian banyak pendiskriminasian konsumen kesehatan dari koorporat layanan masyarakat yang menamakan dirinya “Rumah Sakit”.

Begitu mengenaskan memang atau mungkin memang nasib Ibu Prita Mulyasari ini sedang apes? Sosok dari seorang Ibu Rumah Tangga yang mempunyai dua orang anak yang masih kecil-kecil ini dihadapkan pada situasi yang menurut saya sangat menakutkan dan mungkin baru sekali ini dalam sepanjang hidupnya ia diperlakukan layaknya kriminal sejati yang pantas untuk dijebloskan kebalik jeruji besi, padahal apa yang sudah ia lakukan adalah hal yang wajar-wajar saja atau kalau boleh dibilang hanya sebuah curhat dalam bentuk tulisan yang ia kirim melalui e-mail kepada kawan-kawanya. Apa salah kalau seseorang ingin bertukar cerita dan berbagi pengalaman dengan kawanya tentang permasalahan dan kejadian apa yang dia alami? Baca lebih lanjut

Juni 4, 2009 Posted by | Kisah | , | 2 Komentar

12 TAHUN BERSAMAMU

Foto025Aku tahu persis apa yang tersembunyi dan melekat dikedalaman hatimu saat tatap matamu menembus palung inderaku hingga sampai diujungnya.

Kamu bertindak sabar dengan lemah lembut saat ketidaksabaran dan amarah menguasai diriku, kamu membelainya dengan penuh rasa cinta disertai ketulusan hingga sekarat dan musnah rasa itu.

Luapan cintamu aku rasakan begitu kuat walaupun jarang sekali kamu sampaikan secara lisan tetapi cukuplah karena begitu jelas dan terang rasa itu mengerubungi hingga ke bilik-bilik hati dan jiwaku.

Kamu penerang yang tiada padam dalam kegelapan akalku hingga selalu dan selalu saja aku temukan arti disetiap pemikiran dan perenungan akan arti adanya dirimu disetiap tarik hela nafasku.

Dalam kediamanmu aku bersimpuh tak berdaya karena begitu takut aku beranjak tuk meninggalkan walau hanya beringsut sedikit karena cinta dan kasihmu begitu kuat mencengkram ruang jiwa ini. Baca lebih lanjut

Juni 2, 2009 Posted by | Kisah | Tinggalkan komentar