Ilhensa's Blog

Just another WordPress.com weblog

Perkataan

/1/

Bila saja aku sanggup menggambarmu, mungkin warna yang kumiliki tak kan pernah cukup untuk menjadikanmu sebagai gambar sempurna seperti yang telah lekat pada mata dan hati. Kau adalah kesulitan sekaligus kegembiraan yang menjadikanku sadar betapa nafas ini merupakan sebuah anugrah yang tak bisa di ukur maupun di nilai dengan apapun.

/2/

kita berdiri pada sebuah halte dimana lintas manusia dengan berbagai tujuan dan makna, dengan setelan dan wajah gelisah…Kita hanya berdiam pada sebuah halte, menunggu kendaraan menjemput menuju arti yang kita cari, sampai saatnya kita pulang dan bersiapdiri tuk esok hari kembali pada halte, tempat yg sama dan mungkin tuk tujuan yang sama atau tak sama…

/3/

Biar aku katakan padamu tentang kasih yang akan tiba menyentuhmu lewat cerianya senyum mentari, membawamu dalam kesenangan yang hangat, menjagamu dalam kegembiraan hingga usainya terang hari ini dan memeluk erat penuh rindu saat berpisahnya kelak di senja nanti…

/4/

Yang kita harapkan semoga segala kebaikan yang tercurah di hari ini dapat membimbing diri agar setiap perbuatan berjalan pada jalur yang benar dan setiap hasil yang diraih adalah keberkahan yang baik yang memang pantas untuk kita dapatkan…

/5/

Adanya terang yang tiba untuk memberi jelas atas apa yang kita buru, adanya hangat yang menyusup dalam liku nadi untuk membantu kita berlari mengejar buruan yang di kehendaki. Kita, secara berulang telah di anugrahkan kemampuan untuk meraih dan menggenggam keinginan agar membuat diri merasa utuh, walau kesalahan dan ke…gagalan akan selalu ada namun percayalah bahwa kesempatan untuk kita tak pernah datang sekali…

/6/

Akhirnya kita menemukan pagi kembali dengan segala hasrat hangat yang terbawa dalam kerling sinarnya, rasakan ia menyentuhmu dengan lembut dan menggairahkan, rasalah betapa ia menyusupi hidup ke dalam tubuh-tubuhmu yang usai melepas lelah dan rasakan betapa ia ingin menemanimu berarung dan bertarung agar nafas yang terpinjam untukmu hari ini menjadi lebih berarti…

/7/

Entah apapun yang dilakukan dan bagaimana bentuk dari perlakuan serta hasilnya, kita adalah sama dalam satu tujuan…”PULANG”. Hidup memang keras dan tangguh, sungguh hanya kebuntuan yang kita temu jika hati menanggapinya dengan kebekuan yang kaku.

/8/

Apalagi yang kau harapkan dari sebuah pagi, kecuali keberpihakan hari ada padamu atau mengikuti…! Kita berpikir yang baik-baik saja, berusaha yang lurus-lurus saja, berlelah yang ikhlas saja dan bersyukur.
Hari ini pasti mempunyai kebaikan dan kesusahan sendiri, genggam saja dan peluk lalu ajak bicara baik-baik, lalu… beri senyuman paling terbaik dari hati…

/9/

Apapun kedudukanmu, kita mempunyai tempat tuju dan keadaan yang sama “KESENDIRIAN”. Tentang ingin seperti apa kesendirian itu jadinya, adalah kita sendiri yang melukisnya saat ini…! Mungkin sendirimu dan sendiriku akan berbeda atau mungkin juga akan sama, kita tak pernah tahu.

/10/

dan nyatanya kita tak kuasa membendung waktu dari putaranya, bila tak mengikuti putaranyapun kita tetap akan mengelupas habis. Melakukan dan tidak melakukan memang sebuah pilihan, tapi waktu tak pernah perduli atas keduanya tapi bagi diri jelas itu mengubah dan mendatangkan sesuatu untuk kehidupan, berarti atau tidak berarti !
Aku tahu betul pilihan mana yang akan kau ambil…

/11/

Kau di hatiku, Kau di jiwaku, Kau mengingkari, aku hanyalah bentuk mati bahkan tak pernah ada, tak dalam ingat maupun cerita, jauh lebih baik dari seserpih debu yang terbiasa di lupa namun ada…

/12/

Kita telah menuntaskan lelah dalam buai indah mimpi semalam, kini kita kembali di hadapkan pada gelut yang menuntut penuntasan, lagi dan lagiii….Bosan pasti ada, jenuh pasti menyapa…abaikan saja! Lelahletih kita kelak senja nanti semoga membuahkan manis yang kita harap dan tunggu, semoga kebaikan pada kita semua.

/13/

Kebersamaan itu indah, menghilangkan kerut dan menunda penuaan…!

/14/

Merasa nistakah dirimu saat melahap sarapan hangat dan meneguk air segar sedang di tempat lain masih ada orang yg mengikatkan batu diperutnya utk menahan lapar yg menikam…

/15/

hidup ini layaknya berkendara, jika kau mengacuhkan rambu celaka pasti menimpa, hukuman pasti datang, kekacauan pasti terjadi…

/16/

IKHLAS adalah ilmu tertinggi, sekali kau menguasainya seperti layaknya nafas yg kau hisap dan hembus maka sekaligus Dunia & Akhirat menjadi milikmu seutuhnya…

/17/

Aku banyak berjumpa dengan orangorang yg tak kukenal, dan mereka saling tersenyum begitu ramai, dan sejauh perjalananku hari ini aku menemu banyak senyum dari wajah2 yg tak kukenal lalu aku sadar, ooh sungguh rekahbunga duniaku hari ini…

/18/

Tertawalah selagi kebahagiaan masih ada
Menangislah selagi kesedihan masih ada
Teruslah berusaha selagi masih ada kemampuan
Berlarilah selagi kedua kaki masih kuasa atasnya
Mencintailah sampai pecah hatimu akibatnya, dan
Berhentilah dari keluh dan kesah
Karena dunia tak akan mengulang kehidupanya
Semua akan habis
Semua akan punah
dan kau tak bisa melakukan apapun…

/19/

Manusialah yang paling sempurna dari yang pernah Dia ciptakan, lalu beberapa manusia menjadi percaya dan takut pada yang tak sempurna yang Dia ciptakan. Lihat betapa lihai nafsu membuang ludah pada wajahmu yang sempurna, lalu kau tertawa puas dan merasa nyaman hidup berdampingan.

/20/

Ada anak-anak kecil dimatamu, tertawanya saat bahagia, sedihnya saat
sakit/susah, sebenar-benarnya perlakuan yang terpancar, tiada kepalsuan. Tidak seperti dia yang selalu membungkus airmata dengan senyuman, penuh
kepalsuan.

Ada anak-anak kecil dimatamu, berwajah lugu penuh rindu.
Sering kau datang kedalam pelukan, menu…kar kebosananku dengan kegembiraan. Ada anak-anak kecil dimatamu yg selalu ku rindu….

Oktober 7, 2010 Posted by | Umum | Tinggalkan komentar