Ilhensa's Blog

Just another WordPress.com weblog

SELIMUT

Tuhan yang lembut
Aku butuh selimut
untuk tutupi tubuhku yang butut
di pojok istana tempat para lelembut.
Nyanyian bulan yang bergaun awan
hitam lusuh, seharian belum muntah
Tarian bintang menggoda, dalam tabuhan
mencebur ke dada tempat hati sembunyi
duuh…embun membuatnya menggigil.
Mana selimut, aku minta yang berhias api
agar hangat menyusupi, membuat gigil enyah
menyepi di pojok dekat kuburan sampah
berisi muntah orang dewasa yang mabuk
minum anggur asmara dari perasan darah.
Dalam kebisuan…kebekuan, tidak
denganMU Tuhan yang indah…
Aku bersujud.

Iklan

Januari 31, 2010 - Posted by | poems

1 Komentar »

  1. salam kenal

    Komentar oleh Tri Sigit Sulistyo | Februari 17, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: