Ilhensa's Blog

Just another WordPress.com weblog

SAWAH

Kelak jika kutemukan sawah
yang masih tersisa, dikampung dekat rumah
ingin kuajak kunang kunang yang kini masuk daftar
deretan yang kesekian tentang mahkluk punah
akibat dikunyah serakah
mahkluk sempurna bernama
manusia…

Kelak saat kutemukan sawah
akan kupenuhi janji, ajak bintang bernyanyi
lemaskan tubuhnya yang beku dan kaku
karena dipaksa bersolek indah dan terjaga
untuk manusia yang berpesta, dibalik sarung
bulan yang terisak menggerung

Kelak bila kutemukan sawah
aku ingin jadi kerbau saja
menarik bajak dengan tengkuk yang melepuh
dengan hidung berair nanah dan darah busuk
makan rumput basah, yang basah dikencingi manusia
dan pinggangku yang bengkak dicemeti
agar lajuku tak sering berhenti
agar sawah segera tumbuh padi
yang dilahirkan prematur,
penuhi perut perut manusia yang selalu kendur

Kini aku berdiri ditengah sawah
padi telah jadi rumput jepang, tubuhnya kerdil
lumpur telah jadi aspal dan beton yang menolak
pinangan air hujan yang sekarat
pematang telah menjadi besi besi angkuh
manusia bilang, minimalis arsitektur
biar pengemis tak sering datang ngelantur
belut belut jadi mandul, karena makan sabun
bekas cuci kemaluan dan dubur…

Lalu sawah kuberi pigura
paku di dinding jadi hiasan abadi
kelak bila anak cucu sangsi, mereka
cukup pandangi tubuhmu yang telanjang tanpa kemaluan
yang telah dikebiri…
Mandul…

Iklan

Januari 31, 2010 - Posted by | poems

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: