Ilhensa's Blog

Just another WordPress.com weblog

E.G.O

Kamu seperti ranting kering terinjak gemeretak gaduh hentak hutan sunyi
Aku tak ingin pekak tapi aku rindu suara…

Kamu seperti api yg lahir dari daun kering yang bergesekan
Aku tak ingin terbakar tapi aku butuh hangatnya…

Kamu seperti samudra tenang dengan awan hitam pekat diatasnya
Aku tak ingin badai tapi aku butuh kedamaianya…

Kamu seperti mawar harum dengan onak yang memenuhi tubuhnya
Aku tak ingin tertusuk tapi aku senang harumnya…

Hiduplah Untukku Aku Butuh Nafasmu…
Sampai Aku Mati…Tertikam Cintaku Sendiri…

 

cikini, 29 Oktober 2009

Iklan

Oktober 29, 2009 - Posted by | poems

4 Komentar »

  1. Sampai Aku Mati…Tertikam Cintaku Sendiri…

    hmmm, nice poem

    Komentar oleh Thiya Renjana | Januari 8, 2010 | Balas

    • Makasih ya Thiya…:)

      Komentar oleh ilhensa | Januari 31, 2010 | Balas

  2. aneh, komentarku udah muncul kok masih juga ” Belum Ada Tanggapan” ????

    Komentar oleh Thiya Renjana | Januari 8, 2010 | Balas

    • iya Thiya, maaf ya ini baru dilihat komentnya…
      Thanks ya Thiya sudah mampir

      Komentar oleh ilhensa | Januari 31, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: