Ilhensa's Blog

Just another WordPress.com weblog

12 TAHUN BERSAMAMU

Foto025Aku tahu persis apa yang tersembunyi dan melekat dikedalaman hatimu saat tatap matamu menembus palung inderaku hingga sampai diujungnya.

Kamu bertindak sabar dengan lemah lembut saat ketidaksabaran dan amarah menguasai diriku, kamu membelainya dengan penuh rasa cinta disertai ketulusan hingga sekarat dan musnah rasa itu.

Luapan cintamu aku rasakan begitu kuat walaupun jarang sekali kamu sampaikan secara lisan tetapi cukuplah karena begitu jelas dan terang rasa itu mengerubungi hingga ke bilik-bilik hati dan jiwaku.

Kamu penerang yang tiada padam dalam kegelapan akalku hingga selalu dan selalu saja aku temukan arti disetiap pemikiran dan perenungan akan arti adanya dirimu disetiap tarik hela nafasku.

Dalam kediamanmu aku bersimpuh tak berdaya karena begitu takut aku beranjak tuk meninggalkan walau hanya beringsut sedikit karena cinta dan kasihmu begitu kuat mencengkram ruang jiwa ini.

Bahagia yang bersemayam tak bisa aku gambarkan karena begitu mengabstrak dan banyak warna didalamnya menyelimuti keseluruh penjuru syaraf2ku, mengalir dan merubah warna disepanjang nadi2ku hingga kebagian yang terkecil…..ufffs tak kuasa aku menggambarkanya.

Hari-hari yang sudah terlalui bersanding bersamamu tak sedikitpun aku sesalkan karena begitu banyak haru-biruku merasakan cumbuan cintamu yang menyelubung diekujur tubuhku dan menggelinjanglah aku dibuatnya disetiap detik, disepanjang hari hingga tahun.

Kekhawatiranku adalah tentang kesanggupanku untuk membayar semua rasa yang kamu berikan! Meski aku tahu ketulusanmu akan semua itu. Apakah rasa yang aku persembahkan sepadan dengan kemurnian cinta dan kasih sayang yang kamu berikan? Aku begitu takut telah memberikanya dalam takaran yang jauh dari sepadan hingga buat kamu terluka dan kecewa…

Ditiap doa-doa yang kupanjatkan kepada sang Illahi “Kiranya Engkau ridha menjaga Cinta & Kasih ini dan melengkapinya dengan kemuliaan yang Engkau miliki hingga terus bisa kami rasakan kebersamaan ini sampai dipenghujung nafas kami”

Dan jika Engkau mengijinkan Ya ALLAH Ya Rabb…Ijinkanlah…Bila Waktuku Tiba, Saat Pesuruh-MU Datang Tuk Jemput Ruhku, Aku Ingin Sekali Lepaskan Ragaku Dengan Tatapanku Yang Menutup Perlahan Didalam Tatapan Lembutnya, Lunglai Jemari Tanganku Dalam Genggamanya, dan Terkulai Kepalaku Dalam Pangkuanya Dengan Diiringi Untaian Suara Lafadzh Lembutmu Yang Menuntun Lisanku Menyebut Kebesaran-NYA….Hingga tersenyumku diakhirnya dengan pergi bersama cintamu……Amiin.

Iklan

Juni 2, 2009 - Posted by | Kisah

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: